![]() |
| Habib Umar Al-Muthohar saat memeberikan mauidzatul hasanah di acara Peringantan HarlahNU Ke-97, Bawean |
Bulan Rajab mempunyai makna penting bagi umat Islam. Banyak peristiwa penting perjalanan sejarah kenabian Nabi Muhammad saw terjadi pada bulan ini. yang paling monumental adalah peristiwa Isra’-Mi’raj dan perintah shalat lima waktu. Namun bagi Nahdliyin, keistimewaan bulan Rajab juga karena pada tanggal 16 Rajab merupakan bulan kelahiran Nahlatul Ulama. Karenanya peringatan Harlah tahun ini disambut dengan gegap gempita oleh nahdliyin dalam rangka menyambut usia NU Ke-97 tahun yang 3 tahun lagi genap 1 abad.
Kemeriahan Harlah NU Ke-97 dapat dilihat pada acara
yang dislenggarakan oleh PCNU Bawean. Kegiatan Harlah yang dikemas dengan
pengajian Akbar dan Isra’-Mi’raj ini menghadirkan penceramah Habib Umar
Al-Muthohar, Semarang, bertempat di Masjid As-Shalihin, Tanjungori, Tambak, Selasa
(3/4). kegiatan yang berlangsung semerak ini diawali dengan Istighatsah,
Tahlil, penampilan Hadrah Banjari oleh para santri. Harlah kali ini juga
diawali dengan Pelantikan 16 PRNU se-MWCNU Kepuhteluk Masa Khidmat 2020 - 2025 dan Pengurus Idarah Syu'biyah Jatman Bawean Masa Khidmat 2019 – 2024.
Dalam sambutannya K. Moh. Fauzi, M.Pd.I, selaku ketua
PCNU Bawean, menyampaikan terima kasih kepada warga nahdliyin sekaligus
memberikan apresiasi yang mendalam kepada kepada MWCNU Kepuhteluk selaku
panitia pelaksana, sehingga kegiatan harlah NU tahun ini di Bawean berjalan
sukses dengan begitu meriah. Selain itu beliau juga menyampaikan ucapan selamat
datang dan terima kasih atas kehadiran Habib Umar Al-Muthohar selaku penceramah
tunggal dan Pengurus Idarah Wustho Jatman Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, beliau juga mengingatkan warga
nahdlyin akan adanya gerakan koin muktamar yang akan digelar diakhir acara.
“PCNU Bawean mendukung sepenuhnya gerakan koin
muktamar yang dicanangkan oleh PBNU, untuk itu kami mengaharap hadirin yang
agar berartisipasi dengan memberikan sumbangan seikhlasnya”, pungkasnya sebelum
mengakhiri sambutan.
Sementara Habib Umar Al-Muthohar, selaku penceramah
menjelaskan latar belakang berdirinya NU oleh peristiwa-peristiwa penting kala
itu, khususnya lahirnya gerakan puritanisme di dunia Arab yang berdampak dengan
paham keagamaan di Indonesia. Untuk itu beliau berpesan agar tetap istikamah
ikut kepada para ulama NU dan tidak terpengaruh oleh paham-paham aneh yang
marak di media sosial.
Sebelum menutup acara dengan doa, Habib Umar
Al-Muthohar memandu langsung penggalangan dana koin muktamar. (sy)

0 Komentar