.
Hinaan yg dilontarkan oleh Beliau di antaranya Beliau mengatakan :
“Orang yg berdzikir sambil menggerak-gerakkan badan ataupun kepala itu , yang nikmat bukan dzikrinya tapi karena “STRIPPING” nya.”
Jadi Beliau menyamakan org berdzikir dengan org yg sedang “STRIPPING”,
.
Mensikapi tausiyah Pak Firanda tersebut, melalui tulisan ini saya akan mencoba utk memberikan sanggahan sebagai bentuk penjelasan ringkas , dengan harapan agar Pak Firanda beserta para simpatisannya tidak kebablasan dalam menghina dan melecehkan ummat Islam yg ketika berdzikir sambil menggerak gerakkan badan maupun kepala.
.
BERIKUT INI SANGGAHAN SAYA:
------------------
Perlu diketahui dan difahami bahwa menggerak gerakkan badan ataupun kepala ketika sedang berdzikir bukanlah bentuk perbuatan yg mengada ada yg dilakukan tanpa sandaran oleh para pendzikir, tetapi menggerak gerakkan badan ataupun kepala ketika sedang berdzikir merupakan perintah dari Rosululloh Saw dan diamalkan oleh para Shohabatnya.
.
Rasulullah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib Karramallahu wajhah :
“Berkata Rasulullah s.a.w. kepada ‘Ali karomallohu wajhah.: “Dengarkan perkataanku tiga kali, kemudian tirukan tiga kali dan aku mendengarkannya”.
Lalu Rasulullah s.a.w. mengucapkan: LAA ILAAHA ILLALLOH tiga kali dengan menoleh ke kanan pada kalimah Nafi dan menoleh ke kiri dalam kalimah Itsbat sambil memejamkan matanya. ) Kitab Tariqoh Mahmudiyah juz IV hal. 139 – 140, Mausu`ah Yusufiah hal 175).
.
Sebagaimana yg telah disampaikan oleh dua ulama ahli hadis dan ahli sejarah, Al-Hafidz Ibnu Katsir dan Al-Hafidz Ibnu Jauzi:
ﻭاﻟﻠﻪ ﻟﻘﺪ ﺭﺃﻳﺖ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﻣﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻤﺎ ﺃﺭﻯ اﻟﻴﻮﻡ ﺷﻴﺌﺎ ﻳﺸﺒﻬﻬﻢ، ﻟﻘﺪ ﻛﺎﻧﻮا ﻳﺼﺒﺤﻮﻥ ﺻﻔﺮا ﺷﻌﺜﺎ ﻏﺒﺮا ﺑﻴﻦ ﺃﻋﻴﻨﻬﻢ ﻛﺄﻣﺜﺎﻝ ﺭﻛﺐ اﻟﻤﻌﺰﻯ، ﻗﺪ ﺑﺎﺗﻮا ﻟﻠﻪ ﺳﺠﺪا ﻭﻗﻴﺎﻣﺎ ﻳﺘﻠﻮﻥ ﻛﺘﺎﺏ اﻟﻠﻪ ﻳﺘﺮاﻭﺣﻮﻥ ﺑﻴﻦ ﺟﺒﺎﻫﻬﻢ ﻭﺃﻗﺪاﻣﻬﻢ، ﻓﺈﺫا ﺃﺻﺒﺤﻮا ﻓﺬﻛﺮﻭا اﻟﻠﻪ ﻣﺎﺩﻭا ﻛﻤﺎ ﻳﻤﻴﺪ اﻟﺸﺠﺮ ﻓﻲ ﻳﻮﻡ اﻟﺮﻳﺢ
Sayidina Ali bin Abi Thalib berkata: “Demi Allah, sungguh aku telah melihat para sahabat Nabi Muhammad. Tidak ku lihat hari ini sesuatu yang menyerupai mereka. Sungguh para sahabat telah terlihat di pagi hari dalam keadaan rambut acak-acakan, diantara kedua mata mereka seperti lutut kambing, mereka telah bermalam karena Allah, mereka bersujud, mereka bangun ibadah, membaca Alquran dan mereka istirahat diantara dahi dan kaki mereka. Jika mereka telah bangun di pagi hari mereka berdzikir kepada Allah dengan bergerak seperti pohon yang bergerak di saat angin kencang” (Al-Bidayah wa An-Nihayah 8/7 da Sifat Ash-Shafwah 1/124)
.
Syaikh ‘Abdul-Ghani an-Nablusi menjadikan pernyataan shoahabat ‘Ali ra. tersebut sebagai dalil bahwa hukum menggerakkan tubuh dalam zikir adalah sunnah. Dia berkata: “Pernyataan ‘Ali tersebut dengan jelas menyebutkan bahwa para sahabat Nabi bergerak di kala mereka berzikir. Seseorang tidak dihukum ketika dia bergerak, berdiri atau duduk dalam keadaan apa saja, asalkan dia tidak melakukan sesuatu tindakan maksiat.”
.
Perkara tersebut juga disebut oleh Mufti Syaikh Ahmad bin Muhammad Sa`id Linggi dalam kitabnya “Faraa-idul Maatsir al-Marwiyyah lith Thoriqah al-Ahmadiyyah” di mana pada mukasurat 56 dijelaskan sebagai berikut:
Al-Hafidz Abu Nu`aim meriwayatkan bahawa as-Sayyid al-Jalil al-Fudhail bin ‘Iyyadh berkata:
“Sahabat-sahabat Rasulullah s.a.w. apabila berzikir mereka menggerakan badan condong ke kiri ke kanan seperti pohon kayu yang condong ditiup angin kuat.”
Cara berdzikir mengenai cara ini, hendaklah ia menggerakkan tubuh badannya condong ke sebelah kanan memulakan dengan perkataan nafi "La" (daripada ayat tahlil La ilaha illa Allah) di sebelah kanan kerana nafsu yang condong kepada kejahatan ada di sebelah kanan. Kemudian menyebut lafaz "Allah" ketika badannya condong ke sebelah kiri, supaya hati menerima segala cahaya dan rahsia lafadz "Allah".
.
Dengan bersandar kepada Sabda Rosululloh Saw di atas…
Dengan merujuk kepada khabar yg telah disampaikan oleh shohabat Ali ra.di atas…..
Dengan menukil penjelasan para ulama yg mu’tabaroh di atas……
MAKA DAPAT DISIMPULKAN BAHWA:
Statemen yg telah dilontarkan oleh Pak Firanda Andirja yg menganggap sbg “STRIPPING” terhadap ummat Islam yg ketika berdzikir sambil menggerak-gerakkan badan ataupun kepala , merupakan lontaran atau pernyataan yg sangat sangat TIDAK PANTAS utk dijadikan rujukan terlebih lagi utk dijadikan panutan .
.
Demikian sekelumit sanggahan atas tausiyah ngawur yg disampaikan oleh Pak Firanda Andirja.
Semoga ada manfaatnya

0 Komentar