MUNAS DAN KOMBES NU 2017




MUSYAWARAH NASIONAL ALIM ULAMA
DAN KONFERENSI BESAR NAHDLATUL ULAMA
Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga
Di Nusa Tenggara Barat, 23-25 November 2017



I.        TENTANG MUNAS ALIM ULAMA & KONBES NU

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulamaatau disingkat Munas Alim Ulama dan Konbes NU adalah dua forum berbeda. Namun keduanya kerap digelar dalam satu waktu penyelenggaraan. Munas Alim Ulama dan Konbes NU merupakan forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar. Sebagaimana penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, Munas Alim Ulama dan Konbes NU didesaign untuk menghasilkan keputusan-keputusan strategis dan fundamental bagi kemaslahatan umat, bagi keutuhan bangsa dan Negara ini.

Munas Alim Ulama membicarakan masalah-masalah keagamaan menyangkut kehidupan umat dan bangsa. Sebagai forum bahtsul masail akbar, Munas Alim Ulama membagi pembahasan masalah-masalah keagamaan ke dalam tiga kategori. Yaitu kategori Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Waqi’iyyah (Pembahasan masalah-masalah keagamaan aktual), Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Maudlu’iyyah (Pembahasan masalah-masalah keagamaan tematik), dan Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Qonuniyyah (Pembahasan masalah-masalah keagamaan berkaitan dengan perundang-undangan).

Sementara Konbes NU lebih membicarakan pelaksanaan keputusan-keputusan Muktamar, mengkaji perkembangan program, memutuskan Peraturan Organisasi, serta menerbitkan rekomendasi. Oleh karena itu, dalam Konbes NU ini forum permusyawaratan dikerucutkan ke dalam 3 (tiga) komisi pembahasan, yaitu Komisi Program, Komisi Organisasi dan Komisi Rekomendasi.

Jika kepesertaan Munas Alim Ulama secara terbuka mengundang dan melibatkan para alim ulama, pengasuh pondok pesantren, dan para pakar, maka kepesertaan dalam forum Konbes NU sifatnya lebih tertutup. Peserta Konbes NU dalam hal ini terdiri hanya anggota pleno Pengurus Besar dan Pengurus Wilayah saja.


II.      TEMA MUNAS ALIM ULAMA & KONBES NU

Munas Alim Ulama & konbes NU mengambil tema “Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga”.

Tema ini dipilih mengingat perkembangan kekinian yang dihadapi bangsa Indonesia. Seperti diketahui berbagai bentuk paparan virus radikal kian mengancam keutuhan NKRI. Sementara pada saat yang sama tren pertumbuhan ekonomi kita terus menurun. Faktanya, 2017 ini harga komoditas masih melemah, dan belanja konsumen menurun.

Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi sekilas terlihat sebagai dua hal yang sangat berbeda.Tetapi sesungguhnya sangatlah dekat. Kalau kondisi perekonomian warga tidak kuat tentu akan makin mudah disusupi virus radikal. Sebaliknya kalau perekonomian warga kuat, tentu tidak akan mudah terpapar propaganda radikal. Data menunjukkan, diluar faktor idiologis danpropaganda keliru dari aspek agama, iming-iming kemapanan ekonomi menjadi magnet paling banyak menyedot massa radikal.

Tugas ideologis Nahdlatul Ulama sebagai ormas berhaluan ahlussunnah wal jama’ah adalah bagaimana terus membentengi negeri ini dari rongrongan paham radikal, membumikan Pancasila, dan menjaga keutuhan NKRI. Dalam hal ini gerakan NU berpretensi untuk terus  memperkuat kelompok Islam tengah. Kelompok Islam tengah harus terus dijaga agar tidak terlalu ekstrem ke kanan lalu menjadi radikal, dan tidak terlalu ekstrem ke kiri lalu menjadi liberal. 

Hasil-hasil pembahasan Munas Alim Ulama dan Konbes NU, secara internal akan menjadi bagian dari langkah organisasi untuk terus mengkonslidasi diri, menguatkan khidmat untuk sebesar-besar kemaslahatan umat. Secara eksternal akan menjadi rekomendasi yang selanjutnya disampaikan ke masyarakat dan pemerintah untuk bisa ditindaklanjuti.


III.    BEBERAPA ISU PEMBAHASAN MUNAS ALIM ULAMA

A.      Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Waqi’iyyah

1.       Frekuensi Publik
2.       Investasi Dana Haji
3.       Izin Usaha Bepotensi Mafsadah
4.       Melontar Jumrah Aiyamut Tasyriq Qablal Fajri
5.       Status Anak dan Hak Anak Lahir di Luar Perkawinan.

B.      Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Maudlu’iyyah

1.       Fiqih Disabilitas
2.       Konsep Taqrir Jama’i
3.       Konsep Ilhaqul Masail Binazhairiha
4.       Ujaran Kebencian (Hate Speech)
5.       Konsep Amil Dalam Negara Modern Menurut Pandangan Fiqih
6.       Konsep Distribusi Lahan/Aset.

C.      Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Qonuniyyah

1.       Ruu Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren
2.       RUU Anti Terorisme
3.       Tata Regulasi Penggunaan Frekuensi
4.       RUU Komunikasi Publik
5.       RUU KUHP
6.       RUU Etika Berbangsa dan Bernegara
7.       Regulasi Tentang Penguasaan Lahan.


IV.    WAKTU PELAKSAMAAN MUNAS ALIM ULAMA DAN KONBES NU

Munas Alim Ulama & Konbes NU dilaksanakan pada Kamis-Sabtu, 23-25 November 2017 di Lombok Nusa Tenggara Barat dan akan dibuka oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo pada Kamis, 23 November 2017 Pukul 13.00 WIB di Masjid Raya Hubbul Wathon Islamic Center, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.


V.      TEMPAT PELAKSAMAAN MUNAS ALIM ULAMA DAN KONBES NU

Munas Alim Ulama & Konbes NU 2017 dipusatkan penyelenggaraannya di 5 (lima)pondok pesantren. Pondok Pesantren dimaksud antara lain:

1.       Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan, Kota Mataram

Pelaksanaan Sidang Komisi Bahtsul Masail, baik Sub Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Waqi’iyyah (Pembahasan masalah-masalah keagamaan aktual), Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Maudlu’iyyah (Pembahasan masalah-masalah keagamaan tematik), dan Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Qonuniyyah (Pembahasan masalah-masalah keagamaan berkaitan dengan perundang-undangan) diselenggarakan di Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan, Kota Mataram.

Pondok Pesantren Darul Falah berlokasi di Jalan Banda Seraya No. 47, Kecamatan Pagutan, Kota Mataram. Pondok Pesantren ini dirintis pendiriannya oleh TGH Abhar Muhyiddin pada 1950. Saat ini estafet kepengasuhan diteruskan oleh putra beliau, TGH M. Mustiadi Abhar.

2.       Pondok Pesantren Al-HalimySesela, Gunung Sari, Lombok Barat

Pelaksanaan Sidang Komisi Prorgam diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Halimy.

Pondok Pesantren Al-Halimy berlokasi di Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Saat ini diasuh oleh TGH. Munajib Kholid.

3.       Pondok Pesantren Nurul Islam, Sekarbela, Kota Mataram

Pelaksanaan Sidang Komisi Organisasi akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Islam.

Pondok Pesantren Nurul Islam beralamat di Jl. Swasembada No. 120, Kekalik, Sekarbela, Mataram. Didirikan pada Juli 2014 menjadikan ponpes ini sebagai ponpes termuda di Mataram. Ponpes ini dipimpin oleh Hj. Warti’ah, seorang aktifis perempuan NU. Kini disela mengelola pesantren, Hj. Warti’ah juga adalah Ketua DPW PPP NTB, anggota DPRD Provinsi NTB, dan Ketua Mabinda PMII NTB.

4.       Pondok Pesantren Darul Qur’an, Bengkel, Lombok Barat

Pelaksanaan Sidang Komisi Rekomendasi dan Penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU dilangsungkan di Pondok Pesantren Darul Qur’an.

Pondok Pesantren Darul Qur’an berlokasi di Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Dirintis pada tahun 1930 oleh Rais Syuriah PWNU NTB Pertama TGH. Moh. Shaleh Hambali. Beberapa tokoh NU NTB pernah nyantri disini. Mereka antara lain almarhum TGH Mansur Abbas, ayahanda dari TGH. Acmad Taqiuddin Mansur (Ketua PW NU NTB sekarang), dan TGH Turmudzi Badaruddin (Mustasyar PBNU).

5.       Pondok Pesantren Darul Hikmah, Pagutan, Ampenan, Kota Mataram

Selama berlangsungnya Munas Alim Ulama dan Konbes NU Panitia Nasional akan bertempat di Pondok Pesantren Darul Hikmah.

Pondok Pesantren Darul Hikmah berlokasi di JL. Lingkar Selatan, Pagutan, Ampenan, Kota Mataram. Ponpes Darul Hikmah didirikan oleh Almarhum TGH. Mahmud Aminullah pada tahun 1994. Saat ini diasuh oleh TGH. Abdul Hamid. Selain pendidikan diniyyah, Yayasan Ponpes Darul Hikmah juga mengelola pendidikan formal untuk SMP dan SMA.


VI.    RANGKAIAN KEGIATAN MENYERTAI MUNAS ALIM ULAMA DAN KONBES NU

Beberapa rangkaian kegiatan menyertai Munas Alim Ulama dan Konbes NU adalah:

A.      Pra Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Munas Alim Ulama dan Konbes NU akan diawali dengan beberapa event pembuka yang kami sebut dengan Pra Munas Alim Ulama dan Konbes NU. Pra Munas Alim Ulama dan Konbes NU bertujuan menyerap isu-isu aktual di berbagai daerah dan memperkaya dialektika sebagai bahan masukan (as’ilah) yang akan dibahas di Munas Alim Ulama & Konbes NU 2017.

Pra Munas Alim Ulama dan Konbes NU diikuti oleh seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia dandiselenggarakan di 3 (tiga) Zona Indonesia, yakni Indonesia Bagian Timur, Indonesia Bagian Tengah dan Indonesia Bagian Barat. Sedangkan khusus Pra Munas Bahtsul Masail  dilaksanakan di Jawa Barat.

Rincian Pra Munas Alim Ulama dan Konbes NU adalah sebagai berikut:

1.    Pra Munas Alim Ulama dan Konbes NU Zona Indonesia Bagian Timur

Pra Munas Alim Ulama dan Konbes NU Zona Indonesia Bagian Timur dengan Sub Tema“NU dan Kebhinekaan” dilaksanakan di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada hari Sabtu, tanggal 11 November 2017, diikuti oleh PCNU se-Provinsi Sulawesi Utara, Ormas, FKUB, OKP se-Provinsi Sulawesi Utara, PWNU Sulawesi Utara, Lembaga dan Badan Otonom NU se-Provinsi Sulawesi Utara, PWNU Gorontalo, PWNU Sulawesi Tengah, PWNU Sulawesi Tenggara, PWNU Sulawesi Selatan, PWNU Sulawesi Barat, PWNU Maluku, PWNU Maluku Utara, PWNU Bali, PWNU NTB, PWNU NTT, PWNU Papua Barat dan PWNU Papua.

2.    Pra Munas Alim Ulama dan Konbes NU Zona Indonesia Bagian Tengah

Pra Munas Alim Ulama dan Konbes NU Zona Indonesia Bagian Tengah dengan Sub Tema “Kesenjangan Sosial & Penguatan Ekonomi Warga”dilaksanakan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada hari Sabtu-Minggu, tanggal 20 Oktober 2017, diikuti oleh PCNU se-Provinsi Kalimantan Tengah, Ormas, FKUB, OKP se-Provinsi Kalimantan Tengah, PWNU Kalimantan Tengah, Lembaga dan Badan Otonom NU se-Provinsi Kalimantan Tengah, PWNU Kalimantan Selatan, PWNU Kalimantan Barat dan PWNU Kalimantan Utara.

3.    Pra Munas Alim Ulama dan Konbes NU Zona Indonesia Bagian Barat

Pra Munas Alim Ulama dan Konbes NU Zona Indonesia Bagian Barat dengan Sub Tema “Penguatan Organisasi menuju Satu Abad NU dan Reforma Agraria untuk Pemerataan Kesejahteraan Warga”dilaksanakan di Kota Bandar Lampung, Lampung, pada hari Sabtu-Ahad, tanggal 3-4 November 2017, diikuti oleh PCNU se-Provinsi Lampung, Ormas, FKUB, OKP se-Provinsi Lampung, PWNU Lampung, Lembaga dan Badan Otonom NU se-Provinsi Lampung, PWNU Nangroe Aceh Darussalam, PWNU Sumatera Utara, PWNU Kepulauan Riau, PWNU Riau, PWNU Bengkulu, PWNU Sumatera Selatan dan PWNU SumateraBarat.

4.    Pra Munas Alim Ulama Bahtsul Masail

Pra Munas Alim Ulama Bahtsul Masail dilaksanakan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada hari Jumat-Sabtu, tanggal 10-11 November 2017, diikuti oleh PCNU se-Provinsi Jawa Barat, Pondok Pesantren se-Provinsi Jawa Barat, PWNU Jawa Barat, Lembaga Bahtsul Masail NU se-Provinsi Jawa Barat, PWNU Banten, PWNU DKI Jakarta, PWNU Jawa Tengah, PWNU Yogyakarta dan PWNU Jawa Timur.


B.   Pawai Budaya, Bazar UKM dan Fashion Festival

Kegiatan Pawai Budaya, Bazar UKM dan Fashion Festival diselenggarakan pada hari Rabu-Ahad, tanggal 22-26 November 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.


Jakarta, 7 November 2017

Panitia Nasional
Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama,

ttd

H. Robikin Emhas
Ketua

ttd

Dr. H. Ulil Abshar
Sekretaris


Posting Komentar

0 Komentar